AYO MENULIS

Menulis dan Wisata – Herwina Tarigan

Menulis tidak harus menepi dan menyendiri.

Saya suka pantai tapi tidak dengan ombak yang tinggi

I like writing and travelling.  Menulis dan wisata adalah dua hal yang berbeda. Jika ditanya pada saya mana yang lebih saya sukai, maka pada saat tertentu saya suka menulis dan pada saat yang lain saya suka wisata. Saya tidak bisa memilih satu antara keduanya. Terkadang saya melakukan pada saat yang bersamaan.

MENULIS

Menulis tidak harus menepi dan menyendiri.

Bagi saya menulis adalah mencurahkan semua yang ada dalam pikiran dan hati. Rasa sakit bisa dicurahkan dengan menulis. Segalanya bisa ditumpahkan dengan rangkai kata yang tergores. Kadang saya menyimpan tulisan itu sendiri tetapi terkadang saya merobek dan membuangnya atau menghapus filenya di laptop saya tanpa jejak. Tetapi saya selalu merasa lebih baik setelah menulis. Akhir-akhir ini  saya mulai mengikuti event-event menulis.

Dengan menulis semua bisa kita curahkan tanpa melukai

Bisa kita lampiaskan tanpa ada yang tersakiti

Bisa menangis dan berteriak tanpa ada yang merasa iba

Terkadang ada doa-doa yang tidak dapat lagi terucapkan

Ada harapan-harapan yang tidak bisa kita gapai

Semua bisa kita gores melalui kata-kata

Dengan menulis semua rasa sakit, luka dan air mata bisa diubah menjadi hal positif yang menginspirasi orang lain

Dengan menulis pengalaman hidup bisa kita bagi untuk orang lain

Dengan menulis semua kesuksesan dan kebahagiaan bisa menjadi motivasi bagi yang lain.

Dengan menulis semua ilmu yang kita miliki bisa memberi manfaat  bagi orang lain

Dengan menulis kita bisa menitip pesan tanpa harus bertemu

Bisa membagi ilmu tanpa harus mengucap kata

Bisa menolong orang lain tanpa harus menempuh jarak

Bisa melukis dan mewarnai dunia tanpa harus memiliki kanvas dan pinsil warna

Setiap kata yang dirangkai akan menjadi inspirasi bagi orang lain jika menulisnya dengan hati bukan dengan kesombongan,bukan dengan niat untuk menjatuhkan dan bukan pula untuk menyerang orang lain dan pihak tertentu dengan maksud jahat.

WISATA

Saya suka wisata. Yang paling saya sukai adalah wisata kuliner dan wisata alam. Saya suka mencoba makanan-makanan tempat yang saya kunjungi sekalipun terkadang saya tidak bisa menghabiskannya. Tidak semua wisata alam saya suka. Yang berhubungan dengan ketinggian dan wisata yang penuh resiko dan tantangan saya tidak suka. Mungkin karena saya terlalu takut dan tidak punya nyali besar untuk mencobanya. Saya paling suka pantai.

Saya suka pantai tapi tidak dengan ombak yang tinggi

Saya suka warna laut yang biru dan pasir di sepanjang garis pantai

Saya suka membuat rumah pasir dan menunggu ombak menghancurkannya

Saya suka dengan jejak-jejak kaki sayadi pantai yang kemudian terhapus oleh ombak

Saya suka menulis dan melukis di bibir pantai dan menanti deburan ombak menghapusnya

Saya suka berjalan menyusuri sepanjang garis pantai hingga lelah dan sesekali deburan ombak menghempaskan kaki saya

Kemudian terduduk di tepi pantai menanti senja

Memandang warna cahaya matahari yang mulai luruh

Senja yang menutup harapan untuk hari ini

cepamagz.com

LEAVE A REPLY