29 Juli 2017.

Sejak kapan kenal sama Mickey, aku juga lupa. Komunikasi setiap hari lewat chatting whatsapp dan sekali kali messenger makin mempererat hubungan aku dengan Mickey.

Gadis turunan Jawa Belanda dan Sunda tinggi semampai, kadang orang sebut gadis Kutilang, Kurus tinggi dan langsing.

Keakraban hubungan  makin dekatnya  dengan Mickey adalah ketika Mickey minta diajarin main golf.

Seperti biasa, tiap sore menjelang pulang kantor, aku selalu menyapa Mickey, dari soal kesehatan makanan dan ibadahnya. Dia pun selalu menjawab setiap sapaanku lewat chattingan.

Namun sore itu ada hal yang lain dari biasa, Mickey duluan menyapa aku,” Mas…lagi ngapain?”. Chatt yang muncul di messenger. Aku pun membalas,” Iya nih..lagi siap siap mau pulang kantor, kenapa Mickey ? “

“ Nggak Mas..( biasa Mickey sapa aku Mas )..Cuma nanya aja kok. “ balas Mickey.  “ Ya nggak apa apa..ngomong aja, barang kali Mas  bisa bantu.” Kutulis cepat dalam androidku.

“ Ya nih  Mas…Mickey pingin diajarin belajar golf..kalo Mas sempat sih..” kembali Mickey menulis.

Aku pun kembali menjawab,” Ooo..kalao mau belajar golf ok ok saja, Mas akan ajarin main golf, kapan waktunya silahkan kontak Mas aja.”

Seminggu kemudian, Mickey bertemu dan  aku ajarin main golf di sebuah driving range di sekitar  Halim, Jakarta Timur.  Sebelum mulai latihan, aku sempat jelaskan sedikit tentang olah raga golf.

Golf adalah orang yang unik, olah raga yang berbeda dari olah raga lainnya. Dalam olah raga golf, lawan yang terberat adalah diri kita sendiri. Saat kita bermain golf, filosofi yang dibangun bukan untuk mengalahkan sang lawan. Tapi mengalahkan diri sendiri. Faktor emosi yang terbangun didalam diri kita akan sangat menentukan dalam kemenangan permainan. Sedikit aku paparkan pada Mickey, diapun nampak serius mendengarnya.  “ Paham…paham..ok aku paham..” sergahnya.

“ Hayo…saatnya kita mulai latihan, kita pemanasan dulu untuk meregangkan otot otot tangan dan tubuh kita. Peregangan otot otot tangan sangat penting dilakukan selama kurang lebih 15 menit, ini berfungsi untuk mengurangi cidera pada otot, “ jelasku pada Mickey.

Tahap pertama dalam sesi latihan kali ini, aku ajarkan Mickey cara memegang grip club. Grip yang terbuat dari karet adalah pegangan club atau stick.

“ Sorri Mickey..aku terpaksa pegang tanganmu yaa….,” aku mintaa maaf karena terpaksa harus memegang tangan Mickey.

“ Nggak apa apa Mas…kan memang harus begitu…” jawab Mickey.

Kupegang tangan Mickey yang coklat bersih dan  halus serta  sedikit berbulu, dengan sedikit agak gugup entah kenapa, atau karena sedikit canggung dengan Mickey yang hari itu nampak cantik.

Jantungku agak deg degan dan bergetar saat memegang tangan Mickey, sambil aku jelaskan cara memegang grip. “ Tangan kanan menggenggam grip dengan posisi jempol diatas grip lurus mengarah ke tangkai stick, kemudian tangan kiri menggenggam grip ujung belakang dibawah tangan kanan dengan posisi jempol berada diatas grip dan digenggam dengan tangan kanan. Posisi jari manis kanan dan Ibu jari kiri saling menyilang dibawah grip, berfungsi sebagai kunci tangan kiri dan kanan, agar pegangan grip cukup, tidak terlepas saat mengayunkan stick.

Minyak wangi Mickey yang beraroma sporty , terasa harum dan menempel di bajuku, saat aku berdekatan dan saling menempel bahu.

Sesi latihan awal memegang grip, sudah aku berikan dan Mickey bisa mengikuti dengan cepat. Berikutnya aku sampaikan cara mengayunkan club golf. Kembali aku memegang tangan Mickey dan mengajarkan cara menganyunkan club golf. Kali ini entah kenapa, aku benar benar deg degan, dan grogi.

Tanganku teras berkeringat, Mickey pun sempat bertanya,” Kenapa Mas..kok grogi..tangannya keringatan.heehehe.”

“ Nggak ..biasa aja kok..mungkin karena udara agak panas aja kok,” Jawabku. Padahal sebenarnya aku memang deg degan  dan grogi saat memegang tangannya dan mengayun ayunkan tangan dengan posisi seolah olah memeluk dari belakang.

AKu pikir wajar sajalah, sebagai laki laki normal bertemu wanita cantik dan dengan leluasa memegang tangannya dan bersentuhan badan.  AKu coba menghilangkan kerisauan itu. Aku pun duduk di kursi yang tersedia di driving range sambal menikmati segelas  kopi yang aku pesan, dan membiarkan Mickey mulai mengayun ayunkan stick sendiri.

“ Mickey…kalo capai berhenti dulu..istirahat minum…jangan dipaksakan yaa..” aku mengingatkan Mickey.   “ Ok Mass..” Jawab Mickey.

Tak lama berselang, Mickey pun istirahat dan duduk disampingku sambal minum Jus Jambu kesukaannya.

“ Gimana latihan hari ini..enak nggak..? “ tanyaku ke Mickey.

“ Enak Mass…aku suka..sekali diajarin bermain golf sama Mass…” jawabnya kemudian. “ Aku pingin cepat bisa berlatih dan segera terjun merumput di lapangan hijau.” Imbuhnya.

“ Tidak masalah..asal rajin berlatih dan terprogram, paling tidak 4-5 bulan, Mickey udah bisa mencoba bermain di lapangan.” Jelasku.

“ Seriuuss Masss… seeriuuss,” teriak Mickey dengan senang, mendengar penjelasanku.

“ Semua tergantung dari Mickey..kalo serius berlatih dan sungguh sungguh, pasti nggak lama juga bisa bermain..” terangku pada Mickey.

“…Tooss..toss…dulu Mass…,” Mickey membuka tangannya dan mengajak salam Toss.  Akupun membuka tangan kanan dan tos dengan Mickey. Sambil teriak  menepukkan tangan kanan bersamaan..” Tosss..!!”

Tak terasa jam menunjukkan pukul Sembilan malam, dua jam berlalu dengan cepat, akupun mengajak Mickey mengakhiri latihan hari itu.

“ Latihan hari ini kita akhiri, besok hari Kamis kita akan latihan lagi, besok kan kerja..Mas juga kerja, semoga latihan kali ini bisa jadi renungan untuk besok. Dan dalam waktu singkat Mickey udah bisa bermain golf di lapangan. Ayo kita tutup dengan doa bersama.” Kata aku menutup latihan hari itu.

Aku berkemas dan membereskan perlengkapan golf, capek hari itu tak terasa sedikitpun. Mungkin karena hari itu aku melatih Mickey, gadis kurus tinggi langsing yang belum lama aku kenal.

Sedikit  perasaan galau saat aku pulang dalam perjalanan, teringat tangan Mickey yang bersih dan mulus serta bau harum minyak wanginya.  Aku mencoba menghilangkan perasaan itu dengan mendengarkan music yang aku bunyikan keras. Lagu  Gun N Rose dengan volume tinggi aku nyalakan menemani perjalanan pulang dari tempat latihan golf bersama Mickey, gadis turunan Jawa Belanda dan Sunda.  Tak terasa akupun sampai dirumah, aku segera  bergegas masuk untuk mandi dan istirahat. ( int.cepamagz)

LEAVE A REPLY